Krisis Eropa Berlanjut, Sejumlah Maskapai Merugi !!

Source : Google.com
Industri penerbangan nasional kini mulai goyah dampak terjadinya krisis Eropa. Mulai Maret mendatang, PT Garuda Indonesia Tbk berencana mengurangi frekuensi penerbangan mereka tujuan Eropa khususnya Amsterdam, Belanda, dari tujuh menjadi empat penerbangan dalam seminggu.
Pujo Broto, Juru bicara Garuda Indonesia, membantah bahwa pengurangan frekuensi ini akibat Garuda terus merugi di rute tersebut. Dia menjelaskan, saat ini rata-rata jumlah penumpang (tingkat okupansi) berkisar 75 persen dengan kapasitas 222 tempat duduk.
Menurut dia, pemangkasan rute tujuan Eropa ini dilakukan karena Garuda ingin mengoptimalkan rute regional lainnya. Data Asosiasi Pengangkut Udara Internasional (IATA), mengungkapkan pasar potensial pada saat ini adalah kawasan Asia-Pasifik. Maka, kami mengembangkan pasar di sana,” ujarnya (24/1/2012 ) kemarin.
Sementara itu, AirAsia mengambil langkah drastis dengan menutup seluruh rute penerbangan ke Paris dan London mulai akhir Maret mendatang.
Juru bicara PT AirAsia Indonesia, Audrey Progastama Petriny, Akibat penurunan permintaan itu, biaya operasional melonjak.
Kondisi ini diperparah oleh melambungnya harga bahan bakar dan pajak penumpang di London. Sebelumnya, pesawat AirAsia enam kali seminggu melayani rute Jakarta-London, dan empat kali seminggu ke Paris. Tingkat okupansi rata-rata mencapai 80 persen.
AirAsia sendiri berjanji akan menawarkan penerbangan alternatif untuk penumpang yang telah memesan kursi tujuan Eropa setelah tanggal 31 Maret 2012, termasuk mengalihkannya ke maskapai lain atau pilihan lainnya adalah uang calon penumpang yang sudah membayar akan dikembalikan secara penuh.
Related posts:
Trackback from your site.




