JAKARTA — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (8/2/2010) pagi, merosot hingga menembus angka Rp 9.400 per dollar AS karena pelaku pasar terus melepas rupiah, akibat ketakutan terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, Senin menjelaskan bahwa kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global yang belum pasti itulah yang membuat pelaku asing dan lokal di pasar uang aktif melepas rupiah dan membeli dollar AS sehingga menekan mata uang Indonesia.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS merosot menjadi Rp 9.415-Rp 9.425 per dollar AS dibanding penutupan akhir pekan Rp 9.380-Rp 9.390 atau turun 35 poin.
Kepanikan pelaku, lanjut dia, mengakibatkan mereka lebih suka melepas rupiah dan membeli dollar AS sehingga rupiah terpuruk hingga di atas level 9.400. "Tekanan pasar yang cukup kuat mengakibatkan rupiah terus tertekan yang dikhawatirkan akan mendekati angka Rp 9.500 per dollar AS," ucapnya.
Menurut dia, Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan melakukan intervensi pasar untuk menahan lajunya koreksi rupiah terhadap dollar AS. "BI akan melepas cadangan dollarnya agar rupiah tidak terus tertekan, di mana cadangan devisa BI mencapai 69,6 miliar dollar AS yang dinilai cukup kuat," ucapnya.
Ia mengatakan, BI tidak menginginkan rupiah terpuruk hingga di atas Rp 9.500 per dollar AS karena khawatir apabila posisi rupiah mencapai angka 9.500 maka tekanan pasar akan makin menguat.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS merosot menjadi Rp 9.415-Rp 9.425 per dollar AS dibanding penutupan akhir pekan Rp 9.380-Rp 9.390 atau turun 35 poin.
Kepanikan pelaku, lanjut dia, mengakibatkan mereka lebih suka melepas rupiah dan membeli dollar AS sehingga rupiah terpuruk hingga di atas level 9.400. "Tekanan pasar yang cukup kuat mengakibatkan rupiah terus tertekan yang dikhawatirkan akan mendekati angka Rp 9.500 per dollar AS," ucapnya.
Menurut dia, Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan melakukan intervensi pasar untuk menahan lajunya koreksi rupiah terhadap dollar AS. "BI akan melepas cadangan dollarnya agar rupiah tidak terus tertekan, di mana cadangan devisa BI mencapai 69,6 miliar dollar AS yang dinilai cukup kuat," ucapnya.
Ia mengatakan, BI tidak menginginkan rupiah terpuruk hingga di atas Rp 9.500 per dollar AS karena khawatir apabila posisi rupiah mencapai angka 9.500 maka tekanan pasar akan makin menguat.
(seperti dikutip fbifm dari kompas.com)




