
Source : Google.com
Pemerintah Italia baru – baru telah resmi melarang penggunaan kantong plastik ( tas kresek ), di tahun 2011 ini, Perdana Menteri (PM) Italia , Silvio Berlusconi mengeluarkan aturan yang melarang toko dan supermarket menggunakan tas kresek.
Aturan ini, membuat Italia menjadi negara pertama Uni Eropa (UE) yang memberlakukan larangan pemakaian tas kresek. Kabarnya, Prancis juga akan memberlakukan aturan serupa. Sejumlah perusahaan pertokoan di Prancis bahkan sudah menyingkirkan tas kresek untuk belanja. Bahkan jaringan hypermarket terbesar di dunia, Carrefour, sejak Maret 2007, tak lagi membagikan tas kresek gratis kepada konsumen. Para Pelanggan yang membutuhkan kantong untuk membawa belanjaan harus membelinya.
Sebelum itu, Inggris serta Belgia, Belanda dan Jerman jugatelah melarang tas kresek untuk tempat belanjaan. Namun, empat negara tersebut tak sampai menjadikan larangan ini sebagai aturan pemerintah. Yang terjadi adalah pemerintah sejumlah negara Eropa ini sekadar memungut pajak dari penggunaan tas kresek.
Kelompok pecinta lingkungan Italia menyambut baik larangan pengunaan tas kresek untuk belanja tersebut. Menurut mereka, plastik yang menjadi bahan baku tas kresek sekali pakai di hampir seluruh toko dan supermarket dunia itu merupakan sumber polusi paling jahat. Selain membutuhkan banyak bahan bakar untuk memproduksinya, tas kresek sekali pakai juga sangat sulit terurai saat sudah menjadi sampah.
Dibanding negara-negara Eropa lainnya, pemakaian tas kresek di Italia merupakan yang tertinggi. Tiap tahun masyarakat Italia menggunakan sedikitnya 20 miliar kantong plastik. Artinya, tiap orang membuang sekitar 300 tas kresek tiap tahun.

